STORY

Yang Bilang Nggak Suka Asuransi Jiwa… Bacalah!!


Ada seorang bapak yg mempunyai 3 orang teman baik dgn profesi Dokter Spesialis, Kepala Cabang Bank & Agen Asuransi.

Pada suatu saat si bapak mngalami kecelakaan & di rawat di RS, setelah itu bapak tsb dipanggil yg Mahakuasa.

Dan 1 minggu setelah kejadian itu, ke 3 temannya datang.

Pihak rmh skt : Ibu, Saya turut berduka-cita atas kejadian ini, namun biaya rumah sakit selama masa perawatan harus tetap dibayar :’(,

Bankers : Saya juga turut bersedih atas kejadian ini. Tetapi bu, hutang2 mendiang waktu masih ada, tetap harus dibayar.

Agen Insurance : Ibu, Saya turut bersedih atas peristiwa ini, dan sudah menjadi kewajiban perusahaan saya untuk membayar semua biaya rumah sakit bapak dan memberikan uang pertanggungan untuk keluarga ibu. Seperti apa yg sudah mendiang percayakan kepada perusahaan saya selama ini.

Dari serangkaian cerita di atas, masih adakah yg mau menolak seorangg Agen Asuransi yg berniat menolong ?

Kami hanya menjalankan tugas kami dgn sebagaimana mestinya. Saat ini, mungkin tidak banyak yg bisa kami kerjakan untuk Anda.

Mungkin, saat ini, kami hanya merepotkan Anda, mengganggu Anda. Akan tetapi, saat kalian membutuhkan, kami ada untuk Anda di barisan paling depan.

Terima kasih, untuk kepercayaan Anda kepada kami. Kami akan selalu mengerjakan tugas kami untuk Anda dengan sebaik-baiknya.




KISAH AYAH BIJAK & AYAH BIASA


Kisah dua orang ayah. Ayah ‘Biasa’ dan Ayah ‘Bijak’. Keduanya sedang dalam kondisi kritis dan dokter sudah memvonis tidak lama lagi akan tutup usia. Mereka kemudian memanggil Istri dan anak-anaknya.

Pesan terakhir Ayah ‘Biasa’ kepada anak sulungnya :
Nak, ayah sudah akan pergi, sebagai anak sulung, kamu harus membantu Ibu menjaga keluarga ini. Tolong lunasi biaya Rumah Sakit selama ayah sakit. Kalau uangnya tidak cukup, jualah mobil atau rumah kita. Kalau masih tidak cukup juga, terpaksa kamu pinjam dengan saudara dulu. Biaya Rumah Sakit ayah memang mahal sekali. Ayah juga minta maaf karena kamu harus berhenti kuliah. Uang sisa tabungan harus didahulukan untuk menyekolahkan adik2mu yang masih kecil. Jaga Ibu dan adik2mu. Setelah itu Ayah ‘Biasa’ meninggal.

Ayah ‘Bijak’ juga berpesan kepada anak sulungnya:
Nak, Ayah sudah akan pergi. Sebagai anak sulung, kamu harus membantu Ibu menjaga keluarga ini. Jangan khawatir soal biaya Rumah Sakit. Walau biaya Rumah Sakit ini mahal, tapi asuransi kesehatan yang ayah ambil cukup untuk melunasi semuanya. Asuransi pendidikan sudah ayah siapkan untuk membiayai pendidikanmu dan adik2mu sampai jenjang tertinggi. Belajarlah dengan tenang. Asuransi jiwa ayah akan memberikan uang pertanggungan yang dapat digunakan untuk membuka usaha dan memenuhi kebutuhan hidup kalian. Hiduplah dengan tenang. Jaga Ibu dan adik2mu. Setelah itu Ayah ‘Bijak’ pun meninggal.

Jika Anda adalah seorang ayah, Anda ingin menjadi Ayah ‘Biasa’ atau Ayah ‘Bijak’ ?
Kira-kira, anak-anak Anda menginginkan Anda menjadi Ayah ‘Biasa’ atau Ayah ‘Bijak’ ?

“Manfaat Asuransi bukan untuk diri kita sendiri. Asuransi melindungi masa depan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.”

“Membeli Proteksi Tidak membuat orang menjadi bangkrut, tapi banyak orang yang bangkrut karena tidak punya Proteksi..”



KISAH IBU DAN ANAKNYA

Kisah seorang Mama punya anak gadis anak tunggal yang sudah bekerja, suatu hari anak gadis tersebut mendapat tawaran untuk mengambil rekening Asuransi Prudential oleh seorang Financial Plenner Prudential Singapore.
 Setelah dibuatkan Ilustrasi Prudential oleh Financial Plannerkatanya mau dipelajari dulu, tapi tidak dibaca, cuma di simpan di dalam laci mejanya. 
Suatu hari anak gadis itu meninggal dunia karena kecelakaan. 
Mamanya beres2 rumah dan menemukan ilustrasi Prudential di laci meja anaknya. Mamanya begitu senang karena mengira anaknya begitu sayang sama dia, karena sudah meninggalkan uang Asuransi untuk melanjutkan hidupnya.
Mamanya pergi ke kantor Pusat Prudential Singapore dengan maksud ingin menanyakan perihal ilustrasi Prudential tersebut. 
Tapi, pihak Customer Care Prudential Singapore mengatakan ini hanya proposal Ilustrasi bukan Polis Asuransi. Mamanya langsung menangis :’( dia mengatakan waktu anaknya masih kecil sampai lulus sekolah dia biayain anaknya dari hasil bekerja sebagai tukang cuci baju dari pintu ke pintu di salah satu apartment di Singapore. 
Sekarang di usianya yang sudah tua dia harus kembali mencuci baju dari Pintu ke Pintu. 
Moral Cerita kisah nyata ini : 
Kita tidak boleh Egois buat menabung. Karena mungkin kita memang belum membutuhkan tabungan kita saat ini, tapi kalau sesuatu terjadi dengan diri kita mungkin tabungan kita itu berguna untuk keluarga yang kita sayangi, khususnya orang tua kita yang kita sayangi.


TANGISAN SEORANG ANAK

Ayah, bagaimana caranya untuk mengatakan padamu tentang semua yang telah terjadi pada kami?
Engkau meninggalkan kami terlalu cepat dan tak ada lagi yang tersisa.
Sekarang kami tinggal di rumah sewa dengan lampu yang redup dan tempat tidur yang hampir patah.
Apakah semua anak harus merasakan penderitaan seperti ini ketika ditinggalkan ayah mereka?

Ayah, jika kau tahu bahwa kami sangat kelaparan dan kedinginan,
Kami sangat miskin sehingga kami harus menjual semua yang kami punya,
Jika saja ayah tahu bahwa kami melewati setiap hari seperti ini,
Aku yakin, sangat yakin ayah juga takkan tenang walaupun ayah berada di surga.

Aku tahu ayah, engkau tidak bermaksud meninggalkan kami untuk berjuang sendiri
Aku tahu kalau engkau sangat mencintai kami dan telah memberikan semua yang engkau punya.
Bahkan aku masih ingat saat-saat dimana engkau bekerja sampai larut malam
Sehingga Ibu dapat mempunyai oven dan kacamata untukku.

Aku mencintaimu Ayah, walaupun engkau takkan pernah kembali.
Begitu juga Ibu yang setiap malam selalu menangis sebelum tidur
Aku tidak kecewa dengan semua penderitaan dan kekurangan ini.
Tapi aku sangat khawatir dengan keadaan Ibu karena ia sangat-sangat sakit.

Ia bekerja mencuci baju tetangga di siang hari dan menjahit pada malam harinya.
Sehingga aku bisa terus sekolah karena menurutnya hal itulah yang terbaik untukku.
Tapi aku sangat ingin bisa membantunya walaupun aku masih kecil.
Aku bisa bekerja mencuci piring ataupun memotong rumput yang mungkin hanya bisa menghasilkan 2.000 saja.

Aku tidak iri pada Patty walaupun ia tinggal dirumah sendiri.
Walaupun aku menyisir rambutku dengan sisir yang sudah usang sedangkan ia dengan sisir yang bagus.
Walaupun ia tidak merasakan kelaparan dan kedinginan dan semua pakaiannya bagus.
Namun aku yakin, tidak ada orangtua yang lebih baik selain engkau dan ibu.

Tapi sekarang semua merasakan, terlebih lagi aku dan ibu.
Tentang penderitaan kami yang hampir semua orang tahu.
Tapi Ayah, aku tidak menyalahkanmu karena aku sangat mencintaimu.
Dan aku tahu bahwa engkau juga mencintai kami dan engkau tidak mau meninggalkan kami.

Dan Ayah, tidak mudah bagi kami untuk berkata;
Karena itu aku dan ibu harus menderita sekarang ini.
Semoga setiap ayah mengerti bahwa anak-anak mereka memerlukan perlindungan asuransi jiwa,
Sehingga kebutuhan mereka terpenuhi.

Dan untuk para ayah mereka, bukanlah suatu pilihan, saat mereka bisa meninggal,
Dan ibu mereka tidak perlu menangis setiap malam,
Dan anak-anak mereka yang masih kecil tak perlu berkata ; AYAH … MENGAPA?
*************************************************************************
- Surat ini ditujukan untuk semua anak kecil yang tidak mengerti mengapa mereka harus menderita karena kekhilafan orang tuanya. Semoga semua anak-anak yang masih kecil mendapat perlindungan Tuhan dan tidak merasakan kepahitan hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar